FAQ

Frequently Ask-Question

Bagaimana caranya menjadi anggota TDA ?

Silahkan lakukan pendaftaran di SINI, isi datanya dengan lengkap dan benar.

Apakah syarat menjadi anggota TDA dan milisnya ?

Tidak ada syarat khusus. Hanya diharapkan memiliki syarat intrinsik secara personal yang bisa di baca setelah bergabung kedalam milis TDA.

Apakah khusus hanya untuk kalangan wirausaha ?

TDA terbuka untuk umum namun memang bertema khusus yaitu entrepreneurship/wirausaha. Terbuka bagi peminat, pengamat dan praktisi wirausaha. Bagi yang sedang dan akan ber-wirausaha. Secara umum, anggota TDA dibagi dengan kategori TDB, Amphibi dan TDA.

Apa maksud kategori anggota tersebut ?

TDB atau Tangan Di Bawah maksudnya adalah anggota TDA yang masih menjadi karyawan/pegawai. Amphibi maksudnya adalah anggota TDA yang sedang beralih dari TDB menjadi TDA dengan juga memiliki usaha. TDA adalah anggota yang telah murni sebagai pengusaha/entrepreneur.

Apakah khusus hanya untuk Muslim ?

Arti kata TDA yaitu Tangan Di Atas memang diambil dari intisari ajaran agama Islam bahwa ‘tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah’ dan dicetuskan oleh sesepuh alias founding father TDA yaitu Haji Ali/Alay, pebisnis senior dari Tanah Abang. Namun demikian TDA terbuka bagi agama apapun.

Apa yang dimaksud TDA adalah komunitas yang ‘action oriented’ ?

TDA berupaya menanamkan bahwa segala teori bisnis tidak akan ada gunanya tanpa dipraktekkan. TDA termasuk milisnya menjauhi teori dan diksusi semata. Itulah sebabnya milis TDA lebih menekankan kerja nyata atau merupakan jaringan kerja. Milis hanyalah sebagai sarana pertukaran informasi dan komunikasi serta sharing. Anggota TDA juga dituntut untuk memiliki kelompok Mastermind.

Apakah kelompok Mastermind itu ?

Kelompok Mastermind adalah sekelompok anggota TDA yang berkumpul secara periodik untuk saling berdiskusi dan sharing. Bisa per-wilayah untuk mempermudah komunikasi dan pertemuan, sesuai jenis bisnisnya, sesama besar bisnis/omset tertentu atau apapun yang dianggap sesuai.

Apa saja kegiatan di TDA ?

Pada umumnya kegiatan TDA berisi motivasi untuk berbisnis. Bisa dalam bentuk seminar, talkshow, workshop, wisata/kunjungan bisnis, pameran/bazaar bersama, chat conference, buka puasa bersama, mastermind, kerjasama bisnis, pelatihan, pengajian, nonton bareng, milad/anniversary dan sebagainya.

Jadi, sudah berapa lama TDA berdiri ?

TDA berdiri pada 22 Januari 2006, jadi usianya masih tergolong muda. Namun Alhamdulillah sudah cukup banyak yang telah dilakukan untuk mewarnai dunia wirausaha di Indonesia. Dengan sumber daya anggota yang besar, inspirasional, kegiatan yang praktis dan aplikatif Insya Allah bisa memberikan manfaat bagi anggotanya.

Apakah memang TDA adalah komunitas untuk dunia maya/online/cyber ?

Berdirinya TDA memang berawal dari dunia maya/cyber yaitu dari penggemar artikel kewirausahaan di blog founder TDA, Roni Yuzirman, di http://www.roniyuzirman.com/ namun pada perjalanannya TDA memposisikan diri sebagai sebuah jaringan kerja yang justru pergerakannya lebih banyak pada dunia nyata/offline.

Web dan milis hanya dijadikan sebagai sarana pertukaran informasi dan koordinasi. Kesuksesan member dalam dunia bisnis diharapkan lebih cepat diraih jika bisa bertemu dan bekerja dalam tataran offline seperti silaturahim, mengikuti workshop/seminar/training/talkshow, kelompok mastermind dll.

Kedepannya, TDA ingin sekali memiliki sarana pertukaran informasi melalui media offline seperti majalah/newsletter, hal mana agar bisa memperluas jaringan tidak hanya untuk member online namun juga bagi member offline, sesuatu yang masih dijajaki.

Apakah TDA ada di daerah, tidak hanya di Jakarta ?

Ya, saat ini TDA sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia bahkan di luar negeri. Daerah-daerah yang terpantau dari keaktifan dan milisnya adalah TDA Bandung, TDA Surabaya, TDA Malang, TDA Joglo (Jogja-Solo), TDA Semarang, TDA Batam dll, sedangkan yang di luar negeri adalah TDA Singapura. Bahkan dalam manajemen TDA memiliki tim TDA Wilayah untuk mengkoordinir TDA yang berada di daerah.

Perlu dicatat bahwa komunitas TDA tidak bermaksud membuat semacam cabang atau berupaya menyaingi kelompok-kelompok/komunitas bisnis yang sudah ada. Diharapkan, cukuplah spirit Tangan Di Atas bisa dikembangkan dan diaplikasikan di daerah dan kelompok masing-masing.