Naik naik ke Puncak Gunung

Lagu anak-anak biasanya lebih lama masa edarnya dibandingkan lagu pop remaja, sebut saja Potong Bebek Angsa, Si Kancil, Cicak-cicak Didinding dan sebagainya. Namun dibalik semua lagu itu ada satu lagu yang bisa membuat kita terkesan akan pelajaran yang ada didalamnya ... yaitu lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung”.

Lagu ini begitu sederhana syair nya tetapi kalau ditelusuri itulah sebenarnya makna kehidupan baik kita berusaha atau berkarya ...
Ibaratnya kalau Stephen Covey di Habit ke 7 mengatakan “Sharping the Saw”, asahlah gergajimu sebelum kita menggergaji lagi agar selalu tajam dan kerja kita bisa maksimal.

Coba kita baca syairnya :
“Naik-naik ke Puncak Gunung”
“Tinggi-tinggi sekali”
[diulang 2 x]
“Kiri kanan kulihat saja”
“Banyak pohon Cemara”
[diulang 2x]

Sadarkah kita saat kita bekerja menghasilkan yang terbaik menuju puncak atau berusaha supaya usaha kita sukses seperti kita naik gunung?, susah payah dan jalannya menanjak yang menghabiskan energi kita .. kadang kita tidak sempat melihat keindahan sekeliling, nah lagu itu mengajarkan cobalah berhanti sejenak untuk melihat pohon cemara yang indah yang bisa menghilangkan penat kita.

Itu sama dengan mengasah gergaji kembali, itu sama artinya cobalah ambil waktu sejenak buat relaks dan santai agar kebugaran kita, agar enerji kita dan agar otak kita kembali segar.

Sungguh lagu yang sangat menggugah semangat, sebelum Stephen Covey mengeluarkan “The 7 habits” ternyata anak-anak kita sudah mendalaminya termasuk kita cuma sayangnya kita sering lupa menjalankannya.
 
Harmanto H.

Other articles