Liputan TDA : Training Tips Instagram dan Entrepreneurship

Berkembangnya media online memberi tantangan terhadap pemasaran bisnis di saat ini. Kemampuan menangkap peluang dan mengoptimalkan potensi yang ada, membuat digagasnya workshop bisnis yang diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 2015 yang bertempat di gedung bisnis lantai 3 area Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara.

Workshop ini diikuti oleh 16 peserta dari beberapa wilayah baik dari Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi serta beberapa pengurus TDA Jakarta Utara.

Workshop terbagi atas dua sesi; pada pukul 09.00.WIB, sesi pertama workshop disampaikan materi optimalisasi penggunaan media sosial Instagram. Dengan tema ”Modal Instagram dapat Uang Segenggam”, seorang pakar sosial media serta pendiri komunitas Bravo Global Team, Mbak Nuty Laraswaty menjadi narasumber. Dalam workshop ini Mbak Nuty menerangkan banyak hal mengenai Instagram, mulai dari bagaimana membuat akun Instagram, cara bagaimana mendapatkan engagement di Instagram, hal-hal apa saja yang disarankan dan tidak disarankan untuk dikerjakan terhadap akun Instagram hingga bagaimana teknik pengambilan foto di Instagram serta aplikasi penunjangnya. Para peserta begitu antusias mengikuti kegiatan ini hingga waktu makan siang tiba.

Narasumber untuk sesi kedua adalah Iim Rusyamsi, beliau adalah presiden TDA pertama serta pemilik beberapa bisnis IT dan pendidikan. Mengutip definisi dari bisnis menurut Brad Sugar yakni “A Commercial, Profitable, Enterprise – that works without ME…”, jadi bisnis yang baik adalah yang menghasilkan dan tetap bekerja walaupun tanpa kehadiran kita atau dengan kata lain bisnis yang telah memiliki sistem. Berikutnya beliau menjabarkan mengenai 5 cara untuk meningkatkan profit penjualan serta menjabarkannya secara detail melalui Formula Brad Sugar. Pak Iim juga memberikan 50 tips yang bisa dikakukan untuk meningkatkan profit penjualan. Pada tahun 2030, Indonesia diprediksi akan memiliki bonus demografi penduduk, yakni jumlah angkatan kerja akan lebih banyak dari ½ jumlah penduduk Indonesia. Ketika hal itu terjadi, yang menjadi pertanyaan kita adalah produk apa yang dapat kita tawarkan saat itu?

Tak terasa acara tersebut yang semestinya berakhir pukul 15.00.WIB menjadi 18.00.WIB, namun karena penting dan menariknya materi workshop yang diberikan, terlihat peserta tampak tetap antusias mengikutinya.


Other articles