Kepiting

Di sebuah keranjang milik seorang nelayan penangkap kepiting.

Ada 8 ekor kepiting. Terlihat kepiting-kepiting itu saling menindih. Satu dua ekor mencoba untuk naik ke bibir keranjang dengan cara memanjat dindingnya. Setapak demi setapak, sampai menjelang akhir pendakian.

Kepiting yang nyaris bebas keluar kandang itu jatuh terjengkang, dan masuk kembali ke dalam keranjang. Capit-capit kepiting lain menariknya kembali. Sementara itu, sang nelayan terus berburu kepiting. Jumlah kepiting tangkapan yang dimasukkan ke dalam keranjangpun semakin bertambah.

Lalu, satu dua ekor kepiting lainnya, mencoba merayap kembali di dinding keranjang. Dan capit-capit kepiting lain mulai mencoba menggapainya

. Bukan untuk menyokong, tapi untuk menjatuhkan.  Hanya sebagian kecil kepiting yang berhasil keluar keranjang, walaupun kemudian kembali dimasukkan ke dalam keranjang oleh sang nelayan. Begitu terus terjadi sampai kemudian kepiting-kepiting itu diikat satu persatu oleh sang nelayan untuk dijual di pasar.

TDA members. Keranjang berisi kepiting di atas, sering saya ibaratkan sebagai ‘Zona Nyaman’. Tidak sedikit orang yang mencoba keluar dari zona nyaman (di dalam keranjang) menuju kenyamanan baru (di luar keranjang). Usahanyapun bukan sekedar usaha. Cukup banyak energi yang dikerahkan. Tapi ternyata masih ada kekuatan lain yang terus mencoba mengembalikan mereka ke posisi asal, dengan berbagai alasan.

Cerita di atas menunjukkan, seberapakuatpun usaha untuk keluar dari sana, ternyata sulit berhasil. Masih ada tangan-tangan lain yang mencoba dan terus mencoba mengembalikan mereka ke dalam zona nyaman. Dan ternyata, tangan-tangan itu adalah milik rekan terdekat, yang merasa nyaman bersama-sama di dalam keranjang.

TDA members. Hati-hati dengan orang-orang terdekat anda. Bisa jadi, justru merekalah yang menjadi penghalang utama bagi anda, untuk meninggalkan zona nyaman saat ini.

Zainal Abidin
Headmaster SekolahMonyet.com


Other articles