Kerja atau Bisnis?

Kerja atau Bisnis?

Uang banyak tidak menjamin kebahagiaan? Betulkah pernyataan itu? Spontan, mungkin kita akan menjawab, betul. Di banyak acara, saya sering bertanya. Jika seseorang dihadapkan pada pilihan, pilih harta atau pilih bahagia, dia akan pilih bahagia.

Tapi, mungkinkah orang yang tidak punya uang bisa berbahagia? Ketika ia terbujur sakit di sebuah gubug reot, tidak mampu membayar biaya rumah sakit, tidak mampu beli obat bahkan tidak mampu beli makanan, masih mampukah ia tersenyum tanda bahagia?

Jadi, uang banyak tidak menjamin kebahagiaan, apalagi tidak punya uang! Dalam hidup kita butuh uang. Banyak hal, banyak aktivitas, banyak manfaat (bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain), bisa kita dapatkan kalau kita punya uang. Bagaimana kita memperoleh uang?

Setidaknya ada dua cara cari uang, yaitu bekerja dan berbisnis. Mana yang berpotensi lebih besar menghasilkan uang?

Saya ingin jawab pertanyaan itu berdasarkan pengalaman saya sendiri. Penghasilan dari bekerja, secara umum meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya, peningkatan itu seringkali linier. Jika jabatan tidak naik, gaji meningkat maksimal 10 persen, kecuali prestasi dan kinerja anda luar biasa tinggi. Itu pun biasanya hanya untuk mengimbangi angka inflasi.

Jika ada promosi atau naik jabatan, bisa lebih dari 30 persen. Sayangnya, itu harus diimbangi dengan tambahan tanggung-jawab, dan menyita waktu lebih banyak!

Berbisnis, memang tidak ada jaminan penghasilan meningkat terus-menerus. Penghasilan itu bisa menurun, tetapi bisa juga meningkat. Dan harus diingat, biasanya perubahan (naik atau turun) itu tidak linier, tetapi tangensial.

Soal waktu, bisnis juga punya kelebihan. Di awal perjalanan, bisnis memang menyita banyak waktu. Tapi semakin lama ditekuni, ‘konsumsi’ waktu bisa dikurangi. Ekstrimnya, usahanya jalan pebisnisnya jalan-jalan.

Dalam bekerja, sulit sekali mendapatkan penghasilan tidak terhingga, kecuali korupsi. Dalam bisnis, hal itu mungkin terjadi. Sangat mungkin. Dan berdasarkan rincian keinginan penghasilan, sepertinya, dengan berbisnislah hal itu bisa dicapai. Sulit mendapatkan penghasilan seperti itu dari aktifitas bekerja yang normal. Kecuali anda bersedia melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, misalnya korupsi atau kolusi.

Saran saya, fokus lah. Ada harga yang harus dibayar oleh orang-orang sukses. Dan jika anda ingin ikuti jejak mereka, anda pun harus berani bayar harganya. Apa dan berapa harganya ? Tidak selalu bisa dinilai dengan uang. Tetapi salah satu harganya adalah anda harus siap menikmati penghasilan yang lebih rendah daripada ketika anda bekerja, pada tahap awal berbisnis. Sebagai akhir jawaban saya, ingin saya kutipkan sebuah kata manis dari seorang kawan.

Anda tidak perlu hebat untuk mulai berbisnis. Tapi Mulailah bertindak untuk menjadi orang hebat.

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA 3.0
Headmaster SekolahMonyet.com
Direktur Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa


Other articles