Dua Orang Pemancing

Dua orang ahli memancing sepakat bersama-sama pergi ke sebuah kolam untuk memancing. Dilihat dari kemampuan kedua orang ini terlihat mereka memang jago karena begitu mereka melempar kail pancing, tidak lama pasti mendapatkan hasil pancingan. Tiba-tiba, di kolam pancing ada lebih dari sepuluh orang pelancong datang mendekat. Melihat kedua orang ahli pancing dengan santainya berhasil memancing banyak ikan, mereka terkagum-kagum dan langsung menuju toko terdekat untuk membeli pancing guna mencoba peruntungannya dalam memancing. Hasilnya, para pelancong yang tidak mengerti sama sekali tentang cara memancing, walau memancing seperti apa pun tetap tidak mendapat apa-apa.

Kedua orang ahli memancing itu, masing-masing punya sifat yang sangat berbeda. Salah seorang pendiam, tidak suka berhubungan dengan orang lain, menikmati kesendirian dalam memancing; sedangkan ahli satunya justru orang yang ramah, hangat, dan suka berteman. Melihat para pelancong tidak memperoleh ikan seekor pun, ahli yang suka berteman ini berkata, "Begini saja! Saya ajarkan kalian bagaimana cara memancing, nanti bila kalian telah mempelajari cara memancing yang saya ajarkan dan berhasil memancing banyak ikan, setiap sepuluh ekor, berikan kepada saya satu ekor saja, tetapi kalau tidak sampai sepuluh ekor, tidak usah diberikan!" Kedua belah pihak saling setuju dan dengan cepat perjanjian diantara mereka terbentuk.

Setelah mengajarkan kepada sekelompok pelancong tadi, dia pun berjalan ke kelompok yang lain, dengan cara yang sama mengajarkan mereka teknik memancing, dan tetap mengajukan permintaan satu ekor ikan. Seharian, ahli memancing yang suka membantu orang ini, menggunakan seluruh waktunya untuk mengajar dan membimbing pelancong bagaimana cara memancing, dan mendapatkan sekeranjang besar penuh ikan dari bagi hasil para pemancing yang diajarinya, bahkan masih dapat berkenalan dengan banyak orang. Di saat yang sama, terdengar suara yang memanggilnya dari sebelah kiri-kanannya dan berkumpul mengelilinginya, hingga dia memperoleh banyak teman baru yang akrab dengan canda.

Ahli memancing yang tadi datang bersamanya, justru tidak dapat menik­mati kegembiraan melayani orang lain. Saat orang-orang mengerumuni ahli yang satunya, orang ini justru terlihat makin kesepian dan sendirian. Me­mancing sendirian dalam keheningan, jika kita melihat ke arah keranjang ikannya, apa yang telah dipancingnya tidak sebanyak yang diperoleh temannya. 

Orang yang suka membantu orang lain, seringkali hasilnya adalah kedua belah pihak saling memperoleh keuntungan. Orang yang tidak bersedia membantu dan mengajukan pelayanan, orang lain juga tidak bersedia memberikan keringanan kepadanya.

[dari cerita china kuno]

 

Wassalam,

Harmanto


Other articles