You Have to Know

Sahabat TDA, pemilihan ide startup yang tepat sangat dibutuhkan sebelum tim untuk bergabung dalam bisnis dibentuk. Namun dalam pemilihan ide bisnis juga tidak boleh asal karena akan sangat mempengaruhi sasaran produk dan laba.

Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah umumnya memiliki asumsi, bahwa cara terbaik memenangkan persaingan adalah dengan melakukan “perang harga”. Semakin murah suatu produk, maka akan semakin laris.

Tahun ini di Jakarta diselenggarakan dua pameran mobil akbar dan berskala internasional, yakni IIMS (Indonesia International Motor Show) di Kemayoran dan GIIAS (Gaikindo Indonesia International Motor Show) di BSD Serpong. Yang menarik adalah GIIAS adalah nama event yang baru pertama kali dan diselenggarakan oleh event organizer baru juga, sedangkan IIMS adalah event kenamaan yang sudah berkali-kali diselenggarakan oleh event organizer terbesar di negeri ini.

Krisis ngga krisis, UKM tetap harus hidup. Ini sudah menjadi sebuah manifesto. Namun kita tetap harus belajar hal baru untuk menghadapi krisis. Terlintas 3 kata : hacking – unlocking – disrupting … apa itu ?

Hacking

Hack sistem bisnis kita selama ini, kita obrak abrik sendiri, kita bongkar data-data yang kita miliki. Sistem bisnis yang selama ini kita yakini sudah mapan, sudah menjamin operasional yang nyaman, juga pertumbuhan yang organik, sudah tidak cukup. Saat krisis tidak ada lagi pertumbuhan organik. Tumbuh harus artifisial (buatan) atau sengaja dibuat, untuk itulah perlu Growth Hacking yang populer di dunia startup digital.
Growth hacking, adalah aktivitas yang fokus untuk menumbuhkan angka metriks melalui rangkaian metode, eksperimen dan testing yang terukur. Metriks yang dimaksud disini adalah ukuran yang dianggap penting dalam bisnis kita, seperti sales, profit, jumlah transaksi, jumlah pelanggan, dll. Growth harus dibuat, disengaja untuk terjadi. Pertumbuhan tetap bisa terjadi, harus dicari bagian tertentu sebelah mana yang jika dipencet, bisa memicu pertumbuhan, yang mungkin tidak sekedar linier, bahkan bisa leap !

UKM mindsetnya senang menunggangi peluang. Berselancar di atas sesuatu yang sedang hit, sedang tren, sedang tumbuh secara organik, yang kadang trennya mendadak muncul dan tumbuh cepat. Namun peluang seperti itu sudah jarang di jaman krisis. Bahkan bisnis Akik pun turun ! So, apapun bisnis yang kita punya, tetap harus fokus, dan selalu berpikir Growth Hacking untuk bisa tetap survive dan tumbuh.

Unlocking

UKM begitu banyak batasan. Batasan-batasan walaupun sudah dimanipulasi, disebut sebagai tantangan, secara langsung tetap mengunci UKM. Kemampuan pendanaan yang terbatas, akses pendanaan yang sulit, susahnya rekrut karyawan yang mumpuni, channel distribusi yang itu-itu saja, marketing yang sebatas wacana, eksekusi branding yang masih di angan angan, dan banyak hal lain yang mengunci UKM secara bersamaan.

Semua hal yang mengunci, di saat krisis makin mengunci. Tapi kalau tidak ingin bisnis mati, unlock semua hal yang mengunci itu. Mindset Co – bersama-sama menghadapi krisis bisa men-unlock semua tantangan. Saatnya bersama-sama, sesama UKM mulai produksi bersama, cari bahan baku bersama, saling bantu permasalahan SDM. Berbagi kantor, berbagi pabrik, berbagi gudang. Bersama-sama memperluas distribusi di semua channel, dengan saling berbagi keahlian dan penguasaan channel. Low budget high impact untuk marketing dan branding sangat bisa dijalankan jika bersama-sama sesama UKM di semua daerah.

Disrupting

Disrupting Business Model menjadi hal keren di startup digital. Gojek “mengganggu” bisnis model Opang (ojek pangkalan). Uber mengganggu bisnis model perusahaan taksi. Bisnis model konvensional sudah mulai diganggu, pelaku industri konvensional dan mata rantainya sudah terlalu mapan. Perlu diganggu dengan teknologi. Zaman terus bergeser, kemajuan teknologi terus berlari dan melompat-lompat. Dan yang paling penting, perilaku pelanggan sudah berubah karena teknologi.
So, UKM harus men-disrupt apa ? Disrupt-lah bisnis model-mu sendiri ! Tidak perlu men-disrupt bisnis model orang lain. Bisnis kita sendiri harus kita ganggu, jangan terlalu mapan dengan bisnis model saat ini. Baru tau rasa kalau ada yang men-disrupt !

Segera definisikan ulang, terapkan teknologi. Perilaku pelanggan sudah berubah, pertama karena teknologi, perilaku pelanggan juga berubah karena krisis. Teknologi mahal ? Pasti, tapi unlock dengan cara co-development! Membangun aplikasi bersama untuk bisnis kita. Hanya dengan teknologi kita bisa Growth Hacking, dan hanya dengan collaboration kita bisa tetap tumbuh di saat krisis.

Salam tetap tumbuh disaat krisis.

Rosihan
Former Presiden TDA
Owner Saqina.com

Setiap orang dapat memiliki ide brilian untuk membangun sebuah perusahaan rintisan, atau yang kini lebih dikenal sebagai startup. Tapi tidak semua orang dapat mengeksekusinya dengan baik, apalagi ketika startup bersangkutan termasuk dalam kategori yang memiliki tingkat pertumbuhan dan persaingan tinggi.

Belajar dari orang yang telah terbukti sukses adalah salah satu cara untuk mempercepat sebuah bisnis mencapai sukses. Dalam dunia bisnis orang yang telah sukses dan bersedia menularkan pengalaman serta membimbing pebisnis lain disebut dengan mentor.

Saat sahabat saya yang mau menerbitkan buku mengenai Sales menghubungi saya dan meminta endorsement untuk bukunya sebetulnya saya agak ragu juga karena pengalaman sebagai sales saya yang terbatas.

Sahabat saya ini mendesak saya dan percaya saya bisa memberikan endorsement dan mengirimkan konsep bukunya, setelah membaca dan merenungkan isinya akhirnya saya lihat ini buku yang sangat bagus untuk menjadi pegangan seorang sales atau marketing.

Saat menulis ini, buku tersebut dalam persiapan terbit, jadi saya sengaja tidak menulis judulnya tetapi ada konsep menarik yang saya rasa dan menurut saya menjadi inti buku tersebut yaitu konsep TCD [Trust, Care dan Drive].

Dalam pembahasan mengenai "Trust" ditulis bawa kita harus membuat pelanggan atau calon pelanggan kita Trust dengan kita dahulu, kemudian juga harus Trust dengan produk yang kita tawarkan dan juga Trust bahwa produk tersebut memang berguna baginya.

Kelihatannya gampang tetapi pada prakteknya tidaklah semudah yang ditulis, pengalaman saya selama ini membuat trust atau kepercayaan kepada kita sebagai sales lah yang paling utama, nah kalau sudah trust pada kita maka produk dan kegunaan atau keuntungan produk kita menjadi lebih mudah diterangkan.

Untuk masalah kedua yaitu "Care", ini kaitannya erat dengan Trust yang sudah terbangun diawal. Menunjukan bahwa kita Care/Perhatian terhadap pemecahan masalahnya atau kebutuhannya menjadi kunci utama, mencoba mendudukan posisi kita dipihak mereka dan meyakinkan mereka bahwa selain percaya pada kita juga kita mencoba mengerti apa yang sedang dihadapi atau apa yang menjadi kebutuhan mereka atau bisa juga dengan menunjukan bahwa menggunakan produk dari kita itu bisa meningkatkan kinerja mereka.

Setelah semua selasai baru kita "Drive" pelanggan atau calon pelanggan kita untuk mencoba dan menggunakan produk yang kita tawarkan.

Cara menjalankan TCD memang bisa dengan berbagai macam cara, setiap tipe bisnis atau produk dan situasi market yang berbeda pasti memerlukan cara TCD yang berbeda pula, ternyata saya sering melakukan konsep yang ditulis dalam buku ini walau mungkin tidak berurutan TCD tetapi CTD tetapi jelas Drive merupakan langkah yang terakhir.

Selamat menjalankan TCD

 

Harmanto H.