Hacking – Unlocking – Disrupting

Krisis ngga krisis, UKM tetap harus hidup. Ini sudah menjadi sebuah manifesto. Namun kita tetap harus belajar hal baru untuk menghadapi krisis. Terlintas 3 kata : hacking – unlocking – disrupting … apa itu ?

Hacking

Hack sistem bisnis kita selama ini, kita obrak abrik sendiri, kita bongkar data-data yang kita miliki. Sistem bisnis yang selama ini kita yakini sudah mapan, sudah menjamin operasional yang nyaman, juga pertumbuhan yang organik, sudah tidak cukup. Saat krisis tidak ada lagi pertumbuhan organik. Tumbuh harus artifisial (buatan) atau sengaja dibuat, untuk itulah perlu Growth Hacking yang populer di dunia startup digital.
Growth hacking, adalah aktivitas yang fokus untuk menumbuhkan angka metriks melalui rangkaian metode, eksperimen dan testing yang terukur. Metriks yang dimaksud disini adalah ukuran yang dianggap penting dalam bisnis kita, seperti sales, profit, jumlah transaksi, jumlah pelanggan, dll. Growth harus dibuat, disengaja untuk terjadi. Pertumbuhan tetap bisa terjadi, harus dicari bagian tertentu sebelah mana yang jika dipencet, bisa memicu pertumbuhan, yang mungkin tidak sekedar linier, bahkan bisa leap !

UKM mindsetnya senang menunggangi peluang. Berselancar di atas sesuatu yang sedang hit, sedang tren, sedang tumbuh secara organik, yang kadang trennya mendadak muncul dan tumbuh cepat. Namun peluang seperti itu sudah jarang di jaman krisis. Bahkan bisnis Akik pun turun ! So, apapun bisnis yang kita punya, tetap harus fokus, dan selalu berpikir Growth Hacking untuk bisa tetap survive dan tumbuh.

Unlocking

UKM begitu banyak batasan. Batasan-batasan walaupun sudah dimanipulasi, disebut sebagai tantangan, secara langsung tetap mengunci UKM. Kemampuan pendanaan yang terbatas, akses pendanaan yang sulit, susahnya rekrut karyawan yang mumpuni, channel distribusi yang itu-itu saja, marketing yang sebatas wacana, eksekusi branding yang masih di angan angan, dan banyak hal lain yang mengunci UKM secara bersamaan.

Semua hal yang mengunci, di saat krisis makin mengunci. Tapi kalau tidak ingin bisnis mati, unlock semua hal yang mengunci itu. Mindset Co – bersama-sama menghadapi krisis bisa men-unlock semua tantangan. Saatnya bersama-sama, sesama UKM mulai produksi bersama, cari bahan baku bersama, saling bantu permasalahan SDM. Berbagi kantor, berbagi pabrik, berbagi gudang. Bersama-sama memperluas distribusi di semua channel, dengan saling berbagi keahlian dan penguasaan channel. Low budget high impact untuk marketing dan branding sangat bisa dijalankan jika bersama-sama sesama UKM di semua daerah.

Disrupting

Disrupting Business Model menjadi hal keren di startup digital. Gojek “mengganggu” bisnis model Opang (ojek pangkalan). Uber mengganggu bisnis model perusahaan taksi. Bisnis model konvensional sudah mulai diganggu, pelaku industri konvensional dan mata rantainya sudah terlalu mapan. Perlu diganggu dengan teknologi. Zaman terus bergeser, kemajuan teknologi terus berlari dan melompat-lompat. Dan yang paling penting, perilaku pelanggan sudah berubah karena teknologi.
So, UKM harus men-disrupt apa ? Disrupt-lah bisnis model-mu sendiri ! Tidak perlu men-disrupt bisnis model orang lain. Bisnis kita sendiri harus kita ganggu, jangan terlalu mapan dengan bisnis model saat ini. Baru tau rasa kalau ada yang men-disrupt !

Segera definisikan ulang, terapkan teknologi. Perilaku pelanggan sudah berubah, pertama karena teknologi, perilaku pelanggan juga berubah karena krisis. Teknologi mahal ? Pasti, tapi unlock dengan cara co-development! Membangun aplikasi bersama untuk bisnis kita. Hanya dengan teknologi kita bisa Growth Hacking, dan hanya dengan collaboration kita bisa tetap tumbuh di saat krisis.

Salam tetap tumbuh disaat krisis.

Rosihan
Former Presiden TDA
Owner Saqina.com


Other articles