Fokus pada Proses Penjualan untuk Mengurangi Frustrasi Sales

Banyak orang berpikir bahwa menjual itu pekerjaan mudah. Bila demikian pasti banyak orang bisa melakukannya. Sebenarnya menjual itu bukan pekerjaan yang mudah. Oleh karenanya sebagai pengusaha kita harus mengurangi frustrasi pada proses penjualan dan membuat sales menjadi lebih mudah. Oleh karenanya kita harus fokus pada proses penjualan.

Yang membuat penjualan begitu sulit adalah karena kita mengandalkan orang lain untuk mencapai target penjualan kita. Yang dimaksud orang lain adalah customer atau pembeli, yang kita tidak bisa kontrol. Oleh karenanya kita harus sering-sering bertemu dengan orang-orang yang prospektif untuk membeli produk atau jasa.

Meskipun saat ini banyak teknologi yang bisa membantu kita untuk melakukan komunikasi pada prospek, tetapi kita tetap tidak bisa mengontrol mereka. Karena prospek juga memiliki kesibukan sendiri, sehingga meskipun kita telah mengirim email untuk appointment tetapi mereka tidak membalas email kita, sudah kita kirim SMS tetapi karena begitu banyak pesan yang masuk ke gadget, mereka hanya membalas pesan-pesan yang menurut mereka. Pekerjaan menunggu respon dari prospek atau calon customer merupakan sesuatu yang membuat frustrasi.

Fokus pada hal yang bisa kita kontrol: Proses Penjualan

Bila kita fokus pada hasil penjualan maka sering hal tersebut akan membuat frustrasi. Kita akan selalu berfikir “saya tidak menghasilkan penjualan”. Maka sebaiknya kita fokus pada proses penjualan bukan pada hasil.

Bila kita fokus pada berapa banyak Rp X yang kita dapatkan dari penjualan maka hal itu akan membuat frutrasi. Karena Rp X adalah hasil. Maka kita harus mulai membuat strategi pada bagaimana membuat target sejumlah X panggilan atau komunikasi pada prospek. Kita bisa mengidentifikasi prospek yang ideal dan cocok untuk produk atau jasa yang kita jual. Kita bisa membuat strategi panggilan telepon untuk memperkenalkan diri yang bisa membuat prospek mendengarkan. Menghubungi prospek adalah sesuatu yang bisa kita kontrol sedangkan hasil tidak bisa kita kontrol. Hasil akan sangat tergantung pada strategi kita dalam berkomunikasi dengan prospek dan tingkat kebutuhan prospek terhadap produk atau jasa yang kita jual.

Perhatikan apa yang bekerja dengan baik dan apa yang tidak?

Saat kita fokus pada proses penjualan coba perhatikan apa yang bekerja dengan baik pada proses tersebut. Seperti, berapa banyak appointment yang bisa kita hasilkan dari proses panggilan melalui telepon kepada prospek? Bila target jumlah appointment tidak tercapai maka cara kita berkomunikasi perlu diperbaiki.

Saat kita melakukan perbaikan proses penjualan, yang perlu diperhatikan adalah apa yang bekerja dengan baik dan apa yang tidak bekerja sesuai dengan yang diharapkan? Dengan fokus pada proses perbaikan, kita akan selalu melakukan hal-hal baru untuk mendapatkan respon dari prospek. Dengan menghasilkan banyak appointment yang berkualitas dari hasil fokus pada proses penjualan akan menghasilkan penjualan yang meningkat.


Other articles