Bagaimana Membangun Budaya Servis?

Budaya Servis?

Bagaimana membangun tim agar bisa menerapkan budaya servis kepada pelanggan :

Ketika suatu bisnis ditargetkan untuk konsumen kelas atas, biasanya nilai tambah yang diberikan adalah servis kepada konsumen. Beberapa atribut servis yang ditambahkan kepada produk seperti konsultasi mengenai produk, informasi tambahan, sapa salam, dan lain-lain merupakan usaha untuk menciptakan nilai tambah.

Contoh nilai tambah di atas belum tentu membutuhkan biaya yang besar, bahkan bisa jadi mendekati gratis. Akan tetapi, tantangan paling berat dalam menjalankan semua itu adalah membuat tim bisnis menjalankan setiap atribut tersebut dengan baik sehingga nilai tambah yang dirasakan oleh pelanggan melebihi yang mereka sudah bayarkan.

Bagaimana membangun tim agar bisa menerapkan budaya servis kepada pelanggan :

1. Membuat budaya yang unik
Perusahaan harus membuat suatu kebiasaan postitif yang otentik, yang merupakan nilai-nilai kebersamaan. Sehingga pihak lain melihat budaya tersebut sebagai suatu keunikan dan nilai tambah. Misalnya Fun dalam bekerja, open mind, selalu belajar, makan sehat hidup sehat, dll

2. Memakai bahasa yang sama
Memakai jargon atau panggilan yang sama, seperti sebutan tim bagi karyawan, sebutan mitra bagi suplier.

3. Menyediakan tools dan empowerment
Menyediakan perangkat untuk membangun buadaya seperti buku panduan tata tertib, yel-yel ciri khas perusahaan, serta otoritas bagi tim untuk membantu permasalahan konsumen.

4. Membangun lingkungan yang mendukung
Lingkungan kerja harus mendukung setiap budaya. Misalnya budaya belajar harus didukung sama sarana tempat serta alat bantu belajarnya.

5. Tentukan role model
Nah yang ini harus ditentukan contoh terbaik yang bisa ditiru oleh karyawan lain dalam menentukan sikap dan tindakan yang terbaik.

6. Rekrut orang yang tepat
Pintu gerbang paling penting dalam membangun budaya adalah memilih orang yang tepat dalam menjalankan budaya tersebut. Harus merekrut berdasarkan karakter bukan sekedar kemampuan.

7. Memberi pengakuan dan penghargaan
Orang-orang terbaik yang sudah menjalankan budaya harus diberikan apresiasi dan pengakuan.

8. Mendengarkan KonsumeWn
Dan yang terakhir adalah meminta umpan balik kepada konsumen terhadap budaya perusahaan yang sudah ada, untuk melakukan perbaikan terus menerus. Memang tidak mudah memiliki keunggulan kompetitif dalam bidang service, akan tetapi bila berhasil membangun budaya ini, hal ini merupakan keunggulan yang cukup sulit dikejar oleh pesaing dalam bisnis.

Teguh Wibawanto
www.hydro.co.id


Other articles