Menciptakan Momentum

Apakah yang disebut momentum dalam bisnis? Momentum adalah sebuah kejadian luar biasa, yang secara signifikan dapat mengubah perjalanan bisnis kita menuju ke arah yang lebih baik. Dalam upaya mewujudkan keberhasilan usaha kita, seringkali kita tidak bisa lepas dari terjadinya momentum.

Misalnya, seseorang yang sedang merintis usaha konveksi, berbulan-bulan order biasa-biasa saja, hasil usaha juga biasa-biasa saja, cukuplah untuk mempertahankan usaha tetap berjalan. Kemudian, tiba-tiba ada order besar masuk, dengan jumlah yang fantastis, dan akan menghasilkan pendapatan yang akan dapat digunakan melipatgandakan usaha di kemudian hari. Itu adalah momentum.

Momentum ibarat datangnya “angin buritan” yang mendorong dari belakang sebuah kapal layar dengan arah angin searah dengan laju kapal. Sehingga kapal yang semula berjalan lamban bisa tiba-tiba melaju kencang. Sehingga tidak heran banyak Pengusaha yang mengatakan bahwa momentum adalah titik yang membedakan apakah mereka akan menjadi pecundang atau pemenang.

Ketika momentum terjadi, maka semua hal yang semula sulit, kini menjadi mudah. Bahkan hal baik yang terjadi, diikuti dengan hal baik berikutnya.  Sehingga momentum demikian diharapkan untuk terjadi.

Pertanyaannya adalah: Haruskah kita sebagai wirausaha, bersikap menunggu terjadinya momentum? Atau kita bisa melakukan upaya untuk menciptakan terjadinya momentum?

Pada dasarnya, kita bisa melakukan berbagai upaya supaya peluang terjadinya momentum lebih mungkin terjadi. Dan yang lebih penting, ketika Allah SWT mengizinkan momentum itu datang, kita akan lebih siap menyambutnya. Ada tiga upaya yang dapat kita lakukan dalam membuka peluang terciptanya momentum bagi bisnis kita:

Pertama. Melakukan Tindakan yang Masif

Tindakan yang masif (massive action) diperlukan untuk terjadinya momentum. Tindakan masif adalah tindakan yang tidak sekedarnya, bukan tindakan yang biasa-biasa saja. Tindakan masif dilakukan dengan sepenuh tenaga dan kemampuan, dilakukan dalam skala yang besar, dan konsisten terus menerus.

Seringkali rekan-rekan yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses mengeluhkan, sudah berani buka usaha, sudah berani mempertaruhkan modal yang tidak sedikit, dan sudah berani menghadapi calon pelanggan yang sulit, namun kenapa usaha nya tidak segera menemukan momentum. Jawabannya barangkali adalah: belum melakukan tindakan yang masif.

Ibarat mulai naik sepeda di jalan yang menanjak. Maka Anda harus mengerahkan tenaga ekstra pada tahap awal mengayuh sepeda sebelum sepeda bisa bergerak, dan selanjutnya dapat dikayuh dengan tenaga yang tidak terlalu besar.

Misalnya saja, selama ini kita memasarkan produk dengan cara tatap muka satu-satu. Meskipun sudah bekerja 8 jam sehari dan 7 hari seminggu, mungkin hasilnya masih kurang. Barangkali kurang masif. Karena dengan cara demikian, orang yang bisa melihat produk kita pada suatu waktu hanya satu orang. Dan dengan cara tatap muka, cakupan wilayah tergantung domisili kita. Lalu bagaimana cara yang lebih masif? Misalnya dengan memanfaatkan internet dan media sosial, yang memungkinkan calon pelanggan dari mana saja dan kapan saja, bisa mencari dan melihat produk kita.

Kedua. Sebuah Kemenangan Diikuti dengan Kemenangan Berikutnya

Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris: “One success leads to another”, sebuah kemenangan, sekecil apapun, mudah diikuti dengan kemenangan berikutnya. Ini sesuai dengan prinsip inersia dalam fisika, bahwa benda yang sudah bergerak akan cenderung untuk bergerak.

Tidak heran dalam sebuah pertandingan sepakbola, manakala sebuah tim yang sebelumnya seolah mengalami kebuntuan untuk menghasilkan goal ke gawang lawan, kemudian berhasil menciptakan sebuah goal. Maka kebuntuan tadi seperti pecah, dan peluang membuat goal berikutnya meningkat. Dan goal berikutnya mudah terjadi, jika lawan tidak mengubah pola permainannya.

Maka apabila ada kemenangan yang kita peroleh dalam usaha kita. Meskipun skala nya belum terlalu besar, segera pelajari faktor yang menyebabkan terjadinya kemenangan tersebut, dan upayakan untuk memperoleh kemenangan berikutnya. Biasanya kemenangan kedua akan lebih mudah. Inilah saat terbangunnya sebuah momentum.

Misalnya kita mengelola usaha jasa, dan memperoleh kepercayaan dari sebuah klien besar, dengan cara-cara yang kita duplikasi dari kemenangan mendapatkan klien tadi, kita bisa mengupayakan kemenangan-kemenangan berikutnya dengan lebih mudah. Ini yang harus dimanfaatkan.

Ketiga. Merayakan Kemenangan Kecil

Momentum besar mungkin belum terjadi, namun kemenangan-kemenangan kecil patut kita rayakan. Manusia, dan khususnya wirausaha, perlu memiliki perasaan kemajuan. Perasaan bahwa ada perkembangan dari upaya yang sudah dilakukan.

Sehingga ketika usaha kita memperoleh sebuah kemenangan kecil sekalipun, misalnya mendapatkan pesanan, meskipun dalam jumlah yang belum sebesar yang diharapkan akan menjadi momentum. Kemenangan tersebut tetap layak dirayakan. “Perayaan” disini tentu bukan berarti sebuah pesta, namun adalah pengakuan terhadap keberhasilan yang telah dilakukan tim kita. Dan pengakuan tersebut akan meningkatkan semangat tim yang terlibat.

Bahkan para olahragawan juga sering melakukan “selebrasi” ketika berhasil mencetak satu skor atau membuat goal. Padahal kemenangan belum diperoleh. Karena perasaan akan kemajuan dapat menjadi dorongan yang pada akhirnya membawa kita semakin dekat pada sebuah momentum besar.

Seringkali kita mengeluhkan hasil usaha di tahap awal yang belum sesuai harapan. Padahal rejeki terkadang memang seperti hujan, kadang rintik seperti gerimis, kadang deras. Kalau hari ini hasil usaha kita masih seperti gerimis, tidak perlu kecil hati. Bukankah gerimis seringkali adalah pertanda akan hujan?

Demikianlah tiga prinsip yang apabila kita pergunakan, akan lebih membuka peluang akan terjadinya momentum besar bagi usaha kita. InsyaAllah. (FR)

 

Fauzi Rachmanto

http://fauzirachmanto.com/


Other articles