Modal Usaha

Modal Usaha

Banyak orang ingin memulai usaha, tetapi seringkali terbentur oleh persoalan modal.  Sepertinya modal adalah segala-galanya.  Dan jika masalah modal bisa dipecahkan, maka masalah lainnya seakan-akan bisa diselesaikan juga.

Bagaimana mendapatkan modal usaha ?

Banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah. Artinya, ada banyak cara untuk mendapatkan sesuatu, termasuk juga untuk mendapatkan modal usaha. Cara pertama adalah dengan membuat proposal usaha, dan mengajukannya kepada lembaga keuangan, baik bank ataupun non bank. Menggunakan kartu kredit, adalah bagian dari cara ini. Bisa juga Anda ajukan proposal itu kepada orang-orang (orang lain, kawan ataupun saudara) yang punya kelebihan dana. Di jaman yang katanya serba sulit seperti sekarang ini, ternyata untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan bukan lah hal yang mudah. Apalagi jika usaha yang ingin kita tekuni sama sekali belum dimulai. Apalagi, pihak lembaga keuangan biasanya mempersyaratkan adanya agunan sebelum pengajuan pinjaman disetujui. Kecuali anda anak calon pejabat tinggi negeri dan punya banyak koneksi.

Bagi orang-orang yang punya keinginan kuat, hambatan apapun pasti akan dicarikan cara mengatasinya. Akan dicari solusinya. Sehingga, cara kedua bisa dilakukan, yaitu dengan cara menjual asset. Anda bisa menjual rumah milik anda sendiri. Anda juga bisa menjual kendaraan pribadi anda.  Bahkan, Anda bisa juga menjual televisi yang ada di rumah Anda. Uangnya bisa Anda gunakan untuk modal usaha.

Sayangnya, sebagian dari Anda mungkin tidak punya aset sedikitpun. Rumah, ngontrak. Kendaraan, tidak punya. Nonton televisi, menumpang di tetangga atau kelurahan. Untuk Anda yang berada pada posisi ini, jangan berputus asa. Selalu ada cara. Tuhan akan memberikan tuntunan, kepada siapapun yang mau mencoba dengan cara yang baik. Jangan pakai jurus tipu-tipu atau bikin bisnis abal-abal ya!

Anda bisa melakukan cara yang ketiga, yaitu memanfaatkan intangible asset Anda.  Apa itu intangible asset ?  Dalam bahasa Indonesia, sulit dicari padanannya.  Tapi intinya, rumah, mobil atau televisi adalah tangible asset. Bila butuh, gampang dijual karena banyak yang butuh.  Lalu, apa yang termasuk intangible asset ?  Kedua belah tangan, kedua belah kaki, mata, mulut, telinga, hidung atau otak, adalah intangible asset.  Walau secara umum tak laku dijual di pasaran bebas, seluruh organ ini bisa jadi modal yang tak ternilai jika digunakan dengan sebaik-baiknya. Jadi, kalau anda tidak punya tangible asset, anda harus mau dan mampu menggunakan aset yang anda miliki, sesuai peruntukannya.

Pengalaman membuktikan, bahwa orang-orang yang mempunyai tangible asset bisa memulai usaha dengan skala yang besar, tetapi hanya orang-orang yang mampu menggunakan intangible assetlah yang mampu mempertahankan dan bahkan memperbesar skala usahanya.  Jauh di atas batas yang bisa dibayangkannya.

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
Rektor Institut Kemandirian Dompet Dhuafa
HeadMaster SekolahMonyet.com


Other articles